Hari Kedelapan: Perlunya Bank Benih

Oleh: Markus Hardo Iswanto

Koleksi benih di Bank Benih Navdanya

Koleksi benih di Bank Benih Navdanya

Banyak hal yang menarik selama seminggu mengikuti kursus di Navdanya, India, salah satunya adalah tentang Bank Benih.

Apakah bank benih? Bank Benih merupakan tempat untuk menyimpan dan melestarikan benih-benih lokal yang didapatkan dari para petani dari berbagai daerah. Benih yang disimpan adalah aneka benih tanaman pangan, antara lain: padi, jagung, gandum, kacang-kacangan dan seterusnya. Dengan adanya Bank Benih, memudahkan para petani tetap mempunyai benih  yang mereka inginkan.

Mengapa ada Bank Benih? Navdanya menyadari bahwa dengan adanya program Revolusi

Koleksi padi Navdanya

Koleksi padi Navdanya

Hijau tahun 1970-an bahwa muncul penyeragaman benih (monokultur), berakibat pada punahnya benih-benih lokal di lingkungan pertanian. Sehingga petani tidak mempunyai benih sendiri lagi, dan pada akhirnya benih lokal hilang atau punah. Belum lagi akibat benih unggul monokultur yang tidak bisa ditanam ulang dan harganya pun mahal. Inilah yang membuat Navdanya mulai mencari benih-benih lokal yang tujuannya untuk menyelamatkan kekayaan tanaman pangan. Dengan tujuan untuk membantu petani untuk mendapatkan benih lokal yang baik dengan gratis. Benih-benih lokal inilah yang sekarang ada di Bank Benih Navdanya, yang jumlahnya ribuan benih, bahkan benih padi yang dilestarikan oleh Navanya lebih dari 700 jenis padi.

Tempat penyimpanan benih tradisional, bisa menyimpan benih lebih dari 20 tahun. Keranjang bambu dilapisi dengan tanah liat.

Tempat penyimpanan benih tradisional, bisa menyimpan benih lebih dari 20 tahun. Keranjang bambu dilapisi dengan tanah liat.

Bagaimana Bank Benih membantu para petani? Dengan adanya Bank Benih, Navdanya berusaha membagikan kepada para petani. Negara India terdiri dari banyak negara bagian (=propinsi), lalu Navdanya membuat Bank Benih di setiap negara bagian (seperti KUD). Dari setiap unit Bank Benih inilah benih-benih tanaman pangan dibagikan kepada petani secara gratis. Sehingga para petani kembali memiliki benih-benih lokal yang multikultur, sehat dan ramah lingkungan. Selain membantu para petani dengan berbagai benih, Navdanya juga mendampingi para petani supaya ikut menjaga kelestarian benih lokal dan saling membantu antara sesama petani.

Peserta mendengarkan seksama penjelasan mengenai Bank Benih

Apa makna untuk petani di Indonesia? Sebenarnya budaya gotong-royong saling membantu tanpa dinilai dengan uang adalah budaya kita. Terutama untuk mereka yang menderita, seperti petani saat ini. Belajar dari Navdanya, bahwa mereka bukan lembaga pemerintah, tapi lembaga non-pemerintah yang peduli terhadap penderitaan petani. Lalu mereka terpanggil untuk berbuat secara nyata. Maka muncullah Bank Benih. Semoga di Indonesia muncul pribadi-pribadi yang mau diajak untuk mendirikan Bank Benih. Karena hal ini selaras dengan budaya luhur Indonesia.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s